Bersatu untuk Kejayaan Bangsa
Apakah kalian mengenal atlet bulutangkis nasional, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir? Keduanya adalah pasangan atlet bulutangkis sektor ganda campuran terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Tontowi dan Liliyana adalah atlet berprestasi. Banyak sekali prestasi bergengsi yang telah diraih keduanya. Prestasi puncaknya adalah medali emas olimpiade
tahun 2016 di Rio de Janeiro, Brasil.
Tahukah kalian, Tontowi dan Liliyana memiliki perbedaan suku, bahasa, dan agama? Tontowi memiliki latar belakang suku dan bahasa
Jawa serta beragama Islam. Sementara itu, Liliyana memiliki latar belakang suku dan bahasa Manado serta beragama Katolik. Namun,
perbedaan itu tidak menghalangi keduanya untuk bersatu menampilkan performa terbaik di lapangan untuk kejayaan bangsa.
Momen paling mengharukan terjadi saat Tontowi dan Liliyana berhasil meraih medali emas bulutangkis sektor ganda campuran pada
Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil. Kebetulan, partai finalnya
bertepatan dengan perayaan kemerdekaan Republik Indonesia ke-71, yaitu pada 17 Agustus 2016.
Perjalanan Tontowi dan Liliyana menuju puncak sangat berliku. Beberapa bulan menjelang olimpiade, graik permainan Tontowi dan Liliyana tidak stabil alias naik turun. Keduanya juga sempat kurang percaya satu sama lain. Meski demikian, Tontowi dan Liliyana berhasil saling menyesuaikan diri dan membangun chemistry. Perbedaan bukan
halangan untuk bersatu padu mengharumkan nama bangsa di pentas dunia.
Perjuangan itu pun berbuah manis. Tontowi dan Liliyana berhasil merebut medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 setelah mengalahkan ganda campuran Malaysia, Chan Peng Soon dan Goh Liu Ying, pada partai final 17 Agustus 2016. Mereka menang dua set langsung dengan skor 21-14 dan 21-12.
Kemenangan itu dipersembahkan untuk Indonesia tercinta. “Saya tidak bisa berkata-kata. Luar biasa rasanya. Ini saya persembahkan
untuk hari kemerdekaan Republik Indonesia,” ucap Tontowi dalam sebuah wawancara. Tontowi dan Liliyana telah mengamalkan sila ketiga Pancasila, yaitu persatuan Indonesia.
Sumber : Buku Pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas VIII
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA
2023

Posting Komentar